Sunnah Yang Dilakukan Saat Aqiqah

SUNNAH YANG DILAKUKAN SAAT AQIQAH

Tradisi Aqiqah Jaman Jahiliyyah.

Kelahiran seorang bayi tentu menjadi kebahagiaan bagi orangtua dan keluarga. Ekspresi kebahagiaan itu salah satunya ditunjukan dengan menggelar aqiqah, sebagai bentuk rasa syukur dan memohon keberkahan dari Allah SWT. Tradisi aqiqah sejatinya sudah berlangsung pada jaman jahiliyyah yang tentu saja dalam praktiknya belum menerapkan syariat islam seperti sekarang.

cukur rambut aqiqah

Sebelum kehadiran islam masyarakat arab jaman jahiliyyah sangat senang menyembelih hewan dalam berbagai perayaan, termasuk menyambut kelahiran bayi. Namun saat itu menyembelih hewan aqiqah hanya untuk kelahiran bayi laki-laki. Sebab dulu orang arab lebih senang dan bangga jika memiliki anak laki-laki daripada perempuan. Pada pelaksanaanya aqiqah jaman jahiliyyah kepala bayi akan diusap dengan darah hewan sembelihan dengan harapan keberkahan bagi anak tersebut.

Sunnah Yang Dilakukan Saat Aqiqah Setelah Kehadiran Islam

  • Dilakukan Pada Hari Ke 7, 14 atau 21

Sebagian muslim terutama di Indonesia biasa menggelar aqiqah pada hari ketujuh, empat belas atau dua puluh satu. Meskipun hal itu bukanlah sesuatu yang wajib. Namun digelarnya aqiqah pada ketiga hari itu memiliki hikmah tersendiri. Menggelar aqiqah membutuhkan waktu dan usaha. Padahal pada hari pertama kelahiran orangtua bayi dan keluarga masih disibukan dengan mengurus ibu dan anak yang baru lahir, mengurus administrasi rumah sakit dan pemulihan kesehatan ibu dan bayinya. Selain itu mencari kambing untuk disembelih juga bukan perkara mudah. Belum lagi mencari orang yang bisa menyembelih sesuai syariat, menyiapkan segala sesuatu untuk para tamu undangan aqiqah juga perlu waktu. Itulah mengapa ada jeda waktu pelaksanaan aqiqah yakni di hari ke tujuh, empat belas atau dua puluh satu. Jumhur ulama mengatakan hal itu sebagai sunnah. Aqiqah bisa dilakukan kapan saja menurut kemampuan orangtua bayi. Aqiqah juga dilakukan apabila mampu.

  • Menyembelih Hewan

Tradisi menyembelih hewan berupa kambing untuk menyambut kehadiran bayi memang sudah dilakukan pada jaman jahiliyyah. Namun setelah datangnya islam dan Rasululllah SAW ada perubahan yang disesuaikan dengan syariat islam. Jika pada jaman jahiliyyah menyembelih hewan aqiqah hanya untuk kelahiran bayi laki-laki sebagai bentuk rasa bahagia dan bangga karena memiliki anak laki-laki. Namun setelah hadirnya islam penyembelihan hewan untuk aqiqah juga berlaku untuk kelahiran anak perempuan. Sebab dalam islam tidak ada pembeda antara anak laki-laki dan perempuan, semuanya adalah karunia Allah SWT yang harus kita jaga dengan sepenuh hati. Jumlah hewan yang disembelih yakni dua ekor untuk anak laki-laki dan satu ekor untuk anak perempuan. Namun sebagian pendapat ulama memperbolehkan menyembelih satu ekor untuk anak laki-laki jika orangtuanya tidak mampu menyembelih dua ekor kambing. Sedangkan syarat hewan yang disembelih sama seperti pada idul qurban . Seperti kambing harus sehat, cukup umur dan tidak cacat. Tidak diwajibkan menyembelih kambing jantan. Jadi tetap sah jika yang disembelih adalah kambing betina.

  • Memotong Rambut Bayi dan Memberi Nama

Salah satu sunnah yang dilakukan saat aqiqah adalah memotong rambut bayi dan memberi nama. Hal ini sesuai dengan hadis yang diriwayatkan Abu Daud dan Turmudzi bahwa pada hari ketujuh anak tersebut digunduli kepalanya dan diberikan nama. Namun tentang waktu pelaksanaannya tidak diwajibkan pada hari ketujuh.

Faedah dari mencukur rambut adalah menghilangkan kotoran dan menggantikan rambut yang lemah dengan yang lebih kuat serta akan membuka pori-pori kepala bayi agar gelombang panas dapat keluar secara maksimal dan hal itu bermanfaat untuk memperkuat indera penciuman, penglihatan dan pendengaran bayi.

Lalu rambut yang sudah dipotong ditimbang dan bersedekah dengan perak sesuai berat timbangan rambut bayi tersebut. Kemudian ada pemberian nama. Nama adalah doa bukan semata-mata identitas seseorang. Nama adalah cerminan karakter seseorang. Maka orangtua sebaiknya memberikan nama yang baik dan penuh doa dan harapan.

  • Memasak Daging Sembelihan Sebelum Dibagikan

Aqiqah berbeda dengan idul qurban dalam hal pembagian daging sembelihan. Jika pada idul qurban daging sembelihan boleh diberikan dalam bentuk mentah, namun dalam aqiqah disunnahkan untuk memasak daging sembelihan kemudian dibagikan kepada fakir miskin atau yang membutuhkan dalam bentuk makanan siap saji. Yang demikian agar bagi mereka fakir miskin yang menerima daging tidak perlu repot untuk memasak daging. Seperti yang kita ketahui untuk memasak daging perlu banyak bumbu dan membuuthkan bahan bakar untuk memasak sehingga jika diberikan mentahnya akan memberatkan bagi mereka yang tidak mampu. Hal ini menambah kebaikan dan rasa syukur terhadap nikmat yang Allah berikan. Para penerima daging dapat menyantap hidangan dengan riang gembira karena mereka dapat makan makanan enak tanpa perlu repot memasaknya.

Paket aqiqah Jakarta

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
1
Assalamu Alaikum
Ada Yang Bisa Kami Bantu?
Powered by