5 Ketentuan Aqiqah

5 Ketentuan Aqiqah

APA ITU AQIQAH?

Bagi umat islam istilah aqiqah tentu bukan hal asing lagi. Sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia praktik aqiqah sudah sejak lama dilakukan umat islam Indonesia sebagai bagian dari menegakan syariat . Seperti yang kita tahu bahwa aqiqah adalah ibadah sunnah yang dilakukan sebagai wujud rasa syukur atas kelahiran seorang bayi dengan cara menyembelih hewan sembelihan yaitu kambing.

Kambing-Aqiqah-Jakarta

Dalam bahasa arab kata aqiqah memiliki arti hewan sembelihan. Selain itu beberapa ulama juga mengartikan aqiqah sebagai proses mencukur rambut bayi yang baru lahir di hari ke tujuh, empat belas atau dua puluh satu. Jika kita simpulkan aqiqah adalah penyembelihan hewan yang dilakukan setelah bayi lahir atau saat mencukur rambut bayi pertama kali di hari ke tujuh, empat belas atau dua puluh satu.

Meski demikian aqiqah dianjurkan Rasulullah SAW bagi mereka orangtua yang mampu, maka aqiqah dasar hukumnya sunnah. Meskipun di kalangan ulama masih ada perdebatan. Sebagian ada yang menyebutkan aqiqah hukumnya wajib.

KETENTUAN AQIQAH

Dalam melaksanakan aqiqah ada beberapa ketentuan yang mesti dijalankan sesuai syariat islam karena aqiqah adalah mengganti diri atau bayi yang baru lahir sebagaimana digadaikan. Hal itu bersumber pada hadis riwayat Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah bahwasannya jumlah hewan sembelih untuk bayi laki-laki dua ekor kambing, sementara bayi perempuan satu ekor kambing. Berikut adalah ketentuan pelaksanaan aqiqah :

  • Dilakukan Pada Hari ke 7, 14, atau 21

Dalam hadis riwayat Baihaqi dan Thabrani meriwayatkan bahwa aqiqah dilakukan pada hari ketujuh, ke empat belas atau ke dua puluh satu.

Namun begitu pelaksanaan aqiqah tidak terikat waktu di atas. Aqiqah boleh dilakukan di luar waktu tersebut tergantung kemampuan orangtua bayi. Namun sebagian ulama mengatakan jika orangtua mampu melaksanakan aqiqah pada hari ketujuh, empat belas atau dua puluh satu, maka itu lebih utama.

  • Jenis Hewan Aqiqah

 Dalam hadis yang diriwayatkan Tirmidzi dan Ibnu Majah Rasulullah memerintahkan untuk menyembelih dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan satu ekor kambing untuk perempuan.

Ketentuan kambingnya tidak dijelaskan harus jantan atau betina. Namun para ulama mengatakan syarat hewan sembelihan untuk aqiqah sama dengan untuk qurban. Diantaranya tidak boleh cacat. Maka diperbolehkan menyembelih hewan kambing jantan atau betina untuk aqiqah.

  • Jumah Hewan Aqiqah

Ketentuannya bayi laki-laki jumlah hewan kambing yang disembelih yaitu 2 ekor sementara bayi perempuan satu ekor.

Namun mengenai jumlah hewan aqiqah ini masih ada perbedaan pendapat. Ada yang membolehkan aqiqah bayi laki-laki satu ekor sama seperti bayi perempuan. Ada juga ulama yang mengatakan aqiqah bayi laki-laki yaitu dua ekor kambing. Keduanya punya dalil. Namun pendapat yang lebih kuat disunnahkan menyembelih hewan aqiqah untuk bayi laki-laki dua ekor lebih utama.

Dibedakannya jumlah hewan sembelihan aqiqah bagi bayi laki-laki dan perempuan tidak lepas dari situasi dan kondisi sosial bangsa Arab masa lalu. Keluarga atau orangtua bangsa arab dulu lebih antusias dengan kehadiran anak laki-laki daripada anak perempuan. Oleh karena itu jumlah kambing sembelihan bayi laki-laki dua ekor dan perempuan satu ekor. Wallahu A’lam Bishawab.

  • Disunahkan Mencukur Rambut

Dalam prosesi aqiqah bayi hendaknya dicukur rambutnya dan diberi nama. Sebagai muslim tentu sebaiknya orangtua memberikan nama yang baik untuk sang anak, sebab nama adalah doa dan harapan orangtua terhadap anak agar kelak anak menjadi anak yang soleh dan soleha. Hal ini terdapat dalam hadis riwayat Nasai, Abu Daud dan Turmudzi.

  • Dibagikan Setelah Dimasak

Tidak seperti pada saat Idul Adha daging sembelihan dibagikan dalam bentuk daging       mentah, dalam aqiqah berbeda. Daging sembelihan aqiqah dimasak untuk           kemudian        dibagikan kepada mereka yang berhak, keluarga dan tetangga. Dalam hadis riwayat Al-    Bayhaqi disebutkan kambing tersebut dimasak dengan tidak mematahkan tulangnya.

Kesimpulan

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa aqiqah hukumnya sunnah bagi orangtua bayi yang mampu. Waktu pelaksanaan aqiqah tidak terikat dalam tiga waktu yaitu tujuh hari setelah bayi dilahirkan, empat belas hari atau 21 hari. Namun jika dilakukan pada tiga waktu tersebut lebih utama.

Dalam hal jumlah hewan yang disembelih masih menjadi perdebatan. Sebagian ulama ada yang membolehkan satu ekor kambing untuk bayi laki-laki jika memang orangtua bayi hanya mampu menyembelih satu ekor, namun ada juga yang berpendapat bahwa bayi laki-laki aqiqahnya menyembelih dua ekor kambing, sementara perempuan satu ekor kambing tanpa perdebatan.

Untuk hewan sembelihan tidak ada keharusan jantan atau betina. Apa saja boleh. Sedangkan syarat dan ketentuan hewan kambing sembelihan sama seperti pada qurban. Namun dalam pembagian daging sembelihan, pada aqiqah sebaiknya dimasak menjadi makanan siap santap untuk kemudian dibagikan pada yang berhak, keluarga dan tetangga.

Wallahu A’lam Bishawab.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
1
Assalamu Alaikum
Ada Yang Bisa Kami Bantu?
Powered by